Kamis, 19 Desember 2013
JIC News. Hari
ini Kamis (19/12/2013) di halaman Gedung Jakarta Islamic Center berlangsung
Festival Seni Nuansa Islami Tingkat
Jakarta Utara 2013 yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Kebudayaan Kota
Administrasi Jakarta Utara. Acara ini dihadiri oleh undangan, pelajar, jajaran
suku dinas pariwisata dan kebudayaan serta perwakilan dari Jakarta Islamic center (JIC). Acara Festival ini merupakan acara tahunan yang ditahun 2013 ini penyelenggarannya sudah yang ke tiga kalinya secara beruntun dan selalu diselenggarkan di Jakarta Islamic Center
Menurut Serly selaku ketua panitia
penyelenggara kegiatan Festival ini, maksud diselenggarkaannya
acara ini adalah :
1.
Upaya
pelestarian kesenian islami sebagai cerminan positif bagi generasi muda
khususnya bagi pelajar 2. Sebagai benteng bagi generasi muda untuk mengantisipasi pengaruh globalisasi yang berdampak negatif
3. Meningkatkan kreativitas pelajar dalam pengembangan seni islami
Dalam laporannya, Serly menyampaikan
bahwa kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan pelajar dari sekolah
madrasah Aliyah, SMA dan SMK se jakarta utara yang akan dinilai oleh para dewan
juri yang pakar dan ahli dibidang nasyid, marawis dan qosidah dari asosiasi
nasyid nusantara (ANN), Himpunan musik Marawis Indonesia dan dari seni Qosidah
Indonesia. Sementara dari jumlah keseluruhan peserta yang ikut dalam festival
ini diantaranya: 14 Group Nasyid, 10 group Marawis dan 6 group Qosidah.
Serly
juga menyampaikan bahwa pemerintah jakarta utara melalui suku dinas kebudayaan
dan pariwisata berusaha meningkatkan partisipasi masyarakat khususnya generasi
muda dan pelajar dalam melestarikan seni dan budaya islami agar tetap tumbuh
dan berkembang lebih baik lagi khususnya di wilayah jakarta Utara.
Acara festival lomba ini secara simbolis
dibuka oleh kepala suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Utara Bapak
Sahad Sitorus,MM tepat di pukul 09.30 yang ditandai dengan pemukulan bedug.
Kasudin Jakarta Utara ini mengajak agar terus meningkatkan pelestarian
budaya lokal yaitu budaya betawi yang merupakan kekayaan budaya Indonesia. Hal ini
perlu dilesatarikan dan dijaga kelestarian dan keberlangsungannya khususnya dari
pengaruh-pengaruh budaya asing yang masuk ke negeri ini. Generasi muda dapat
mengantisipasi dari pengaruh-opemngaruh yang kurang baik.
Kegiatan lomba ini merupakan salah
satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah kota dalam hal ini suku dinas
kebudayaan mengajak anak-anak sekolah untuk ikut berpartisipasi dan ini
merupakan wahana kegiatan lomba yang syarat dengan lantunan syair religius dan
bernilai edukatif spiritual yang diharapkan mampu memotivasi generasi muda
khususnya pelajar dan generasi penerus bangsa ini untuk mengapresiasi kesenian
yang bernuansa islami. Sebagai salah satu media dakwah seni budaya islam ini
juga dipandang tepat menjadi sarana untuk membendung kemerosotan ahklak umat
dengan menggelar contoh-contoh keteladanan.
Melalui penyelenggaran festival ini
diharapkan memberikan manfaat bagi kita semua khususnya bagi para pelajar agar
mampu mengembangkan diri dan membendung limbah informasi akibat pesatnya
teknologi yang dapat merusak moral dan Akhlak.
Dalam penutupan sambutannya, Sahad
Sitorus mengharapkan kiranya acara lomba
ini berjalan lancar sukses dan kepada para dewan juri yang berpartisipasi dalam
kegiatan ini beliau mengucapkan trimakasih.
Reporter : Dara
Editor : Ade Suhandi






0 komentar:
Posting Komentar