Jumat, 20 Desember 2013
Jum’at Mubarak. Kedatangannya memang selalu
ditunggu tiap pekan. Bagaimana tidak, ada
janji pancaran yang cahayanya bisa memancar dari kaki bumi hingga menuju ke atas langit. Hari yang padanya dijanjikan suatu
waktu yang apabila termafaatkaan, maka akan diampuni dosanya antara dua waktu
jum’at.
Dan pada pagi hari ini pun ada yang sudah mulai mengejar keutamaan itu.
Mulai ‘mencicil’ agar satu
surah al kahfi bisa khatam setidaknya sebelum waktu surya tenggelam di ufuk
barat sora nanti. Namun, di sisi lain, masih ada yang disibukkan dengan
kelalaiannya. Sibuk dalam lalai. Menghabiskan waktu pagi dalam selembaran
selimut tebal dengan kelopak mata enggan terbuka lebar ditambah pagi ini cuaca nampak
tidak begitu terang.
Ada yang mengeluh “….kesiangan” , namun
ada yang sudah bisa mengatakan “…Alhamdulillah sudah khatam pagi ini” .
Memang disatu waktu, kadang ada dua fragmen yang berbeda dan bertolak belakang.
Manusia dengan keinginan dan kecenderungan masing-masing akan berupaya mengejar
standar kehdupannya sendiri. Ada yang cukup bila dunia menjadi standar
tertinggi capaian hasil kerjanya, namun juga masih banyak yang menjadikan
‘dunia’ setelah akhir dunia yang lebih abadi sebagai muara segala amalnya.
Kehidupan yang jelas merupakan sebuah tempat
persinggahan sementara ini tentunya menjadi pengingat bagi para penghuninya
agar ia mempersiapkan diri menjadi penyintas sukses dan mendapat gelar ”khairul
bariyyah” (sebaik-baik makhluk) bukan ”syarrul bariyyah”
(seburuk-buruk makhluk). Al-Qur’an sudah mencatatkan bahwa memang tak bisa
disamakan antara orang
yang syukur nikmat dan yang kufur nikmat. Bahkan, al-Quran juga tidak
menyetarakan antara orang shaleh dengan orang jahat (fasik). Orang yang paling
mulia disisi Allah adalah orang yang taqwa. Maka, Islam punya konsep kesetaraan
sendiri yang jelas berbeda dengan konsep kesetaraan kaum Pluralis Agama.
Semoga di pagi yang cerah sehangat mentari pagi kita semua
terhindar dari golongan orang-orang yang dibenci Allah. Yaitu Kikirnya orang-orang
kaya, Takabburnya orang-orang miskin, Rakusnya para ulama, Minimnya rasa malu
para wanita, Suka dunia orang-orang yang sudah tua renta, Malasnya para pemuda,
Kejinya para penguasa, Pengecutnya para tentara perang, Ujubnya para zahid,
Riya’nya para ahli ibadah.
Untuk yang tinggal di Jakarta Utara atau yang
sedang dalam perjalanan hari ini, ketika datangnya waktu solat Jumat, maka anda
mencoba merasakan kenikmatan solat jumat di Jakarta Islamic Center yang
beralamat di Jalan Kramat Jaya Tugu Utara Koja Jakarta Utara. Dengan kapasitas
tampungan jamaah yang besar dan dibantu dengan sound system yang mampu
mengantarkan pesan Khotib dengan sangat jelas kepada setiap jamaah dan didukung dengan layar
yang besar menambah kenyamanan dan kekhusyuan solat kita.
Ashbahna wa asbahal mulku lillahi
walhamduillahi laa ilaha ilallahu wahdahu laa syariikalahu… lahul mulku walahul
hamdu wahua ala kulli syaiin qadir.







0 komentar:
Posting Komentar