 |
| Pembacaan Mahalul iyam |
Kembali Majelis Rasulullah (MR) memperingati maulid nabi Muhammad saw di Monas(14/01) ada sedikit berbeda dengan maulid sebelumnya. Ini pertama kali maulid di gelar setelah wafatnya Habib Munzir bin Fuad Almusawa, dan kini MR di pimpin oleh Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan. Walau demikian tidak menyurutkan semangat jama'ah.
" Insya Allah Habibana Munzir tersenyum melihat kita semua istiomah meskipun beliau sudah tidak ada, kita akan lanjutkan insya allah dakwah Rasulullah sampai Allah mencabut nyawa kita semua". tutur Habib Nabil bin Fuad Almusawa, kakak dari Habib Munzir.
Maulid yang digelar MR dimeriahkan pula dengan kehadiran orang pertama di Indonesia yaitu Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dengan segenap jajarannya, hadir pula Duta Besar Yaman, utusan ulama Yaman Selatan, utusan ulama Mesir, utusan ulama Singapore beserta rombongan. Sby hadir di majlis ini karena perhatiannya kepada Habib Munzir, keluarga besar MR, kepada umat dan islam.
Hal yang diangkat dalam maulid ini adalah tentang pemimpin yang adil dan bijaksana sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.
Dalam ceramahnya Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan menyampaikan " Wahai umat islam yang hadir di tempat ini, Wahai umat islam di seluruh Bangsa indonesia, seluruh umat islam di dunia ini, ketahuilah bahwasannya pemimpin tertinggi di negeri tercinta kita negeri Indonesia adalah pemimpin atas negara yang memimpin dengan umat islam terbanyak di dunia. Siapapun pemimpinnya, kapanpun dia memimpin, kita terima atau tidak kita terima ini, kita kuat atau tidak kuat namun ambil kenyataan ini. Sebagaimana pemimpin yang semacam ini memiliki tanggung jawab yang besar yang dia pikul di hadapan Allah swt, kita pun memiliki tanggung jawab besar terhadapnya di hadapan Allah. Jangan hanya kita menuntut tanggung jawab mereka tapi kita tidak menjalankan tanggung jawab kita terhadap mereka di hadapan Allah swt".
Dalam sambutan SBY, Sby mengajak umat islam agar senantiasa meneladani prilaku Rasulullah, Kepribadian Rasul yang agung. Sebagaimana yang telah diketahui tahun 2014 ini adalah tahun pemilihan umum, dengan mengingat dan mencontoh apa yang dilakukan oleh nabi Muhammad saw dalam menjalani pemilu itu, masyarakat dan juga aparat pemerintah membuat suasana tetap aman, damai, dan tertib tak perlu terjadi segala bentuk kekerasan.
"Ini kesempatan yang baik melalui mimbar yg mulia ini saya mengajak kepada para pemimpin dan pejabat yang bertugas di negeri ini baik di pusat maupun di daerah meskipun tahun ini tahun politik untuk terus melayani rakyat, untuk terus mengelola ekonomi agar rakyat kita tidak mendapatkan kesulitan dan terus bekerja sesuai dengan amanah untuk memimpin rakyat.
saya juga mengajak diri sendiri dan kepada para pemimpin senantiasa dekat dengan Allah, agar kita terus mencintai, membimbing, melayani rakyat, umat yang sama - sama kita cintai". ujar SBY.
Terkait dengan cuaca yang sedang tidak baik, bahaya banjir kembali datang, ataupun bencana di tempat lain. SBY berharap agar masyarakat saling membantu sebagaimana yang sering dilakukan umat islam bagi yang memiliki kemampuan lebih membantu saudara yang memerlukan. Pemerintahpun akan terus membantu dan mengatasi masalah tersebut.
* Dara *